Di suatu kota kecil hiduplah seorang pastor dan seorang sopir yang ugal-ugalan. Mereka hidup bertetangga, pekerjaan sehari-hari sang pastor adalah berkhotbah dan menginjil, sedangkan si sopir ugal-ugalan bekerja sebagai sopir bus.
Pada suatu saat, sang pastor naik bus yang dikendarai oleh si sopir ugal-ugalan menuju sebuah puncak gunung. Karena dikendarai secara ugal-ugalan, bus tersebut terjatuh ke sebuah jurang, sang pastor dan si sopir meninggal dunia.
Alkisah keduanya sampai di sorga, olah malaikat, mereka masing-masing diberi jatah sebuah rumah, sang pastor diberi sebuah rumah kecil, sedangkan si sopir diberi sebuah rumah yang sangat besar dan mewah.
Melihat hal tersebut sang pastor protes keras, sepanjang hidupku aku membawa banyak orang kepada Tuhan, sedang si sopir ini selalu berlaku ugal-ugalan, mengapa ia mendapat jatah rumah yang jauh lebih besar?
Lalu , terdengar suara jawaban dari atas, “Romo, ketika Romo berkhotbah, semua orang tertidur, tetapi ketika sopir ini mengemudi semua orang berdoa, jadi, sopir ini membawa lebih banyak orang kepada Tuhan.”
Andai Tuhan hanya melihat hasil, mungkin cerita di atas menjadi benar, tetapi, sesungguhnya Tuhan tidak melihat hasil, karena Tuhanlah yang berkuasa menentukan hasil yang akan di dapat.Tuhan melihat ketulusan hati dan ketaatan kita dalam melayani-Nya.
Ia melihat PROSES yang kita lakukan dalam melayani-Nya, bukan HASIL,karena Ia yang menentukan hasil dari proses yang kita lakukan.
Anonim:
Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah, manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati. (1 Samuel 16 : 7B)
© Renungan P1.38
dari seorang teman Julian Santi
Google Translate
Renungan Terbaru (FREE)
Renungan Harian Arsip
Renungan Harian Logo
Buku Tamu
About Me
Community
~> Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: “Tuhan izinkan aku pergi dulu menguburkan ayahku.” ->> Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.” // Mat 8:21,22.
** Orang yang mau mengikut Tuhan Yesus, harus menjauhkan dirinya dari perkara-perkara dosa, yang dapat menyebabkan kematian Rohani, yaitu: Perseteruan, Iri hati, Mammon, Percideraan, roh pemecah, dan perbuatan dosa lainnya.
~> Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserahkaan disebut saja pun jangan diantara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. ->> Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono – KARENA HAL-HAL INI TIDAK PANTAS – tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur. // Ef 5:3,4.
~> Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka, ->> SEBAB ITU JANGANLAH KAMU BERKAWAN DENGAN MEREKA. // Ef 5:6,7.
** Orang yang mau mengikut Tuhan Yesus, harus dapat menjadi terang, yaitu: Melakukan perkara-perkara yang hidup, yang sesuai dengan Firman Tuhan.
~> Memang dahulu kamu adalah kegelapan, TETAPI SEKARANG KAMU ADALAH TERANG DI DALAM TUHAN. SEBAB ITU HIDUPLAH SEBAGAI ANAK-ANAK TERANG. // Ef 5:8.
~> Karena terang hanya berbuahkan KEBAIKAN dan KEADILAN dan KEBENARAN, dan UJILAH APA YANG BERKENAN KEPADA TUHAN. // Ef 5:9,10.
~ Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. -> Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan. // 1Tes 5:21,22. ~
Haleluya… Haleluya……
~~~ Tuhan Yesus memberkati kita semua ~~~ { Amos Anthony Halim }
~> Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui ? --> Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. // Mat 7:3,4.
Memang secara manusia, kita sangat lemah sekali dan sering sekali kita kurang KOREKSI DIRI, karena daging kita yang lemah selalu berdalih untuk pembelaan diri dan menyalahkan orang lain.
** Padahal hal-hal yang seperti ini dapat mengakibatkan kita jatuh dalam dosa. Karena Tuhan juga akan memakai ukuran yang kita pakai untuk mengukur orang lain.
~> "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. --> Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
~ Setiap kita hendaklah membersihkan dirinya sendiri terlebih dahulu (=Mengeluarkan balok di dalam matanya sendiri), baru membersihkan selumbar di mata orang lain.
~ Bila melihat saudara kita yang melakukan kesalahan, janganlah kita menghakiminya; Tetapi tegurlah dengan KASIH ->> Saling menasehati, lebih mudah diterima orang, lebih indah dan akan lebih berhasil.!! Dari pada menegurnya dengan keras ( =Menghakimi ), bukannya bersih malah membuat saudara kita sakit hati dan kepahitan. ( Akibatnya fatal.!! bisa membuat orang itu undur dari Tuhan ).
~ Ingat Tuhan juga akan membalas setiap perbuatan anak-anak-Nya.
~~ Mari.., setiap kita belajar untuk saling mengasihi ~~
~~~ Tuhan Yesus memberkati kita semua ~~~ { Amos Anthony Halim }
~ Renungan Harian Remaja ~
~> "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hdupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. BUKANKAH HIDUP ITU LEBIH PENTING DARI PADA MAKANAN DAN TUBUH ITU LEBIH PENTING DARI PADA PAKAIAN ? // Mat 6:25.
Jangan mengkuatirkan makanan jasmani, karena HIDUP ( Kehidupan Rohani ) itu lebih penting.! Dan yang akan membawa kita kepada kehidupan yang kekal, yang tidak akan binasa.
** Carilah makanan Rohani untuk kehidupan Rohani kita terlebih dahulu, yaitu: Doa dan Firman Tuhan oleh pengurapan Roh Kudus; Maka Tuhan akan memenuhi segala kebutuhan jasmanimu.
~> Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu. // 1Taw 16:11.
~> Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. // Mat 6:33.
TUBUH adalah BAIT ALLAH, jangan terlalu memusingkan diri dengan menghiasi Bait Allah sebelah luarnya.!
** Menghiasi Bait Allah sebelah luarnya cukup dengan pakaian yang sederhana dan yang sopan. Karena yang terpenting adalah menghiasi Bait Allah yang sebelah dalam, yaitu dengan menjaga kekudusan tubuh.., agar kita beroleh hidup.
~> Tidak tahukah kamu, bahwa KAMU ADALAH BAIT ALLAH dan bahwa ROH ALLAH DIAM DI DALAM KAMU ? --> Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab BAIT ALLAH ADALAH KUDUS dan bait Allah itu ialah kamu. // 1Kor 3:16,17.
~ Utamakan Kerajaan Sorga untuk manusia batiniah kita terlebih dahulu, maka Tuhan akan mencukupi segala kebutuhan manusia lahiriah kta. ~
Amin.!!
~~~ Tuhan Yesus memberkati kita semua ~~~ { Amos Anthony Halim }
Posted by Renungan Harian Remaja
Baca: Yohanes 20:24-29
PERCAYA LEBIH DULU
“Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Yohanes 20:29b
Banyak orang menuntut agar Tuhan menyatakan mujizat terlebih dahulu sebelum mereka percaya bahwa Ia ada. Terkadang mereka juga ingin membuktikan apakah Yesus itu benar ada melalui penglihatan mata jasmaninya, baru mau mengikut Dia dan bertobat dengan sungguh. Tidaklah heran bila orang dunia menuntut demikian, karena Thomas yang sudah menjadi murid Tuhan Yesus, berkumpul bersama-Nya setiap hari selama Dia berada di bumi ini pun masih meminta bukti nyata.
Ketika murid-murid yang lain bersaksi bahwa Yesus telah bangkit dan mereka melihat-Nya, Thomas tidak begitu saja percaya, katanya, “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” (ayat 25). Yesus menyadari kelidakpercayaan Thomas, karena bagi manusia ‘bangkit dari kematian’ adalah perkara mustahil, tidak masuk akal. Maka setelah delapan hari Yesus datang kembali ke rumah itu menemui Thomas dan berkata, “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” (ayat 27). Setelah memperoleh bukti, akhirnya Thomas benar-benar percaya, “Ya Tuhanku dan Allahku!” (ayat 28).
Di zaman serba canggih sekarang ini orang-orang lebih mengandalkan kekuatan dan kepintarannya. Meskipun sudah mendengar Injil tentang kasih Yesus, mereka masih saja tidak mau percaya. Yang sakit dan berbeban berat lebih memilih datang kepada dukun (paranormal) dari pada harus percaya kepada Tuhan. Mereka menuntut bukti dulu, diberkati dan disembuhkan lebih dulu, baru percaya dan mau menerima Yesus dalam hidupnya. Keadaan ini tidak jauh berbeda seperti dahulu: setelah Filipus memberitakan Injil dan banyak terjadi tanda-tanda heran, barulah orang-onang percaya: “Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang dibenitakannya itu.” (Kisah 8:6).
Percaya kepada Tuhan Yesus Iebih dulu, barulah kita dapat menerima pertolongan dan mujizat-Nya!
... MOM ... IBU ... MAK ... BUNDA ...
Ibu melahirkan kita sambil menangis kesakitan. Masihkah kita menyakitkannya?
Masih mampukah kita tertawa melihat penderitaannya?
Mencaci makinya? Melawannya?
Memukulnya? Mengacuhkannya?
Meninggalkannya?
Ibu tidak pernah mengeluh membersihkan kotoran kita waktu masih kecil,
Memberikan ASI waktu kita bayi,
Mencuci celana kotor kita,
Menahan derita,
Menggendong kita sendirian.
Di saat ibumu tidur, coba kamu lihat matanya dan bayangkan matanya takkan terbuka untuk selamanya.. tangannya tak dapat hapuskan airmatamu dan tiada lagi nasihat yang sering kita abaikan.. bayangkan ibumu sudah tiada.. apakah kamu cukup membahagiakannya. . apakah kamu pernah berfikir bertapa besar pengorbanannya semenjak kamu berada di dalam perutnya... kirim pesan ini pada semua... itupun kalau kamu sayang ibumu dan mau mengingatkan teman2mu.
Ingat-ingatlah lima aturan sederhana untuk menjadi bahagia:
1. Bebaskan hatimu dari rasa benci.
2. Bebaskan pikiranmu dari segala kekuatiran.
3. Hiduplah dengan sederhana.
4. Berikan lebih banyak (give more).
5. Jangan terlalu banyak mengharap (expect less).
SADARILAH bahwa di dunia ini tidak ada 1 orang pun yang mau mati demi IBU, tetapi...
Beliau justru satu-satunya orang yang bersedia mati untuk melahirkan kita…
Renungan Harian Remaja Renungan
Air Hidup
Baca: Mazmur 27:1-14
MENGAPA HARUS TAKUT?
“Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?” Mazmur 27:1
Ketakutan kini menghinggapi banyak orang, lebih-lebih di zaman yang serba tidak menentu ini: takut terhadap masa depan anak, takut tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga, takut tidak dapat jodoh, takut di PHK karena perusahaan sedang pailit, takut hartanya dicuri atau dirampok, dan masih banyak alasan lain yang membuat seseorang mengalami ketakutan. Kita harus melawan perasaan takut itu karena menurut Ayub, “...yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku.” (Ayub 3:25).
Ketakutan adalah salah satu tipu muslihat Iblis yang terus berupaya untuk melemahkan dan mengintimidasi kita. Hati-hatilah karena orang-orang yang penakut tidak akan memperoleh bagian dalam Kerajaan Allah! “Tetapi orang-orang penakut,….mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang;” (Wahyu 21:8). Mari kita belajar dari sikap Daud yang senantiasa memiliki keberanian dan keyakinan yang teguh, bukan suatu keberanian karena nekat atau ngawur, tetapi ada dasar yang kuat. Meski harus melewati lembah kekelaman dan lorong yang gelap, Daud percaya bahwa Tuhan adalah terang, yang senantiasa menyinari dan menuntun setiap langkah hidupnya sehingga tidak akan jatuh atau terperosok. Kini “Terang sudah terbit bagi orang benar,” (Mazmur 97:11a), dan terang itu adalah Tuhan Yesus sendiri. Selain itu Tuhan adalah keselamatan bagi kita. Hanya di dalam Dia ada keselamatan, tidak ada yang lain di belahan bumi mana pun.
Banyak orang datang kepada dukun (paranormal) meminta keris, jimat dan sebagainya supaya selamat atau terlindungi dari malapetaka, bahkan tidak sedikit orang Kristen yang turut terlibat, padahal firmanNya jelas menyatakan bahwa “…di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” (Kisah 4:12), selain di dalam nama Yesus Kristus. Bagi kita Tuhan juga sebagai benteng hidup, tempat untuk berlindung dalam segala hal dan di dalamNya kita aman. Bila yang menjadi benteng perlindungan adalah Tuhan sendiri, siapakah musuh yang berani melawan kita?
Tidak ada alasan bagi kita untuk takut, karena Tuhan ada di pihak kita!
Renungan Harian Remaja Renungan
(Matius 6:25-34)
Yesus berkata,”…Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup ini lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian?” (Mat. 6:25)
Selama puncak krisisi ekonomi di Indonesia perusahaan tempatku bekerja mengalami kesulitan keuangan. Aku takut kehilangan pekerjaan ku, dan hal ini menyebabkan aku sangat khawatir dan tertekan. Aku telah bekerja disana selama 10 tahun. Akankah waktu tersebut terbuang sia sia? Bagaimana aku bisa mencukupi kebutuhanku jika aku kehilangan pekerjaan? Aku membuka Alkitab dan membaca injil Matius pasal 6 tentang kekhawatiran. Kata kata Yesus meyakinkan aku akan kasih Allah dan pemeliharaannya bagiku. Allah tahu kebutuhan-kebutuhan kita dan menyediakan keperluan kita setiap hari. Aku merasa malu karena meragukan bahwa Allah akan selalu memeliharaku. Dengan mengetahui bahwa Allah memeliharaku, aku percaya bahwa seandainya aku kehilangan pekerjaan, Allah akan menolongku menyiapkan hidup yang baru, pekerjaan baru, dan peluang peluang baru untuk belajar. Aku merasakan anugerah Allah dan damai sejahtera memenuhi hatiku. Aku bersyukur atas segala sesuatu yang telah Allah lakukan bagiku.
Doa: Ya Allah, tolonglah kami untuk melihat dan menghargai anugerah yang engkau curahkan bagi kami setiap hari. Ingatkan kami bahwa kami dapat bersandar pada kasih dan pemeliharaan- Mu . Apapun yang terjadi, Engkau akan memelihara kami. Amin.
Pokok pikiran: Kita menghadapi hari esok yang tidak pasti dengan penyertaan Kristus -Yoanna Christine (Solo, Indonesia)-
Renungan Harian Remaja Tips
Berdasarkan beberapa penelitian ilmiah disimpulkan berpikir negatif ngasih dampak buruk yang lebih besar dibandingkan dengan dampka positifnya.
Dampak itu adalah :
1. Melemahkan sistem kekebalan tubuh.
2. Menyebabkan seseorang tertekan dan kehilangan banyak energi.
3. Mengakibatkan seseorang nggak mampu lagi berbuat sesuatu untuk menciptakan prestasi maupun kebahagiaan.
Kisah cinta sepasang muda-mudi berikut menjelaskan gimana pikiran yang negatif menyebabkan kisah asmara itu kandas begitu saja.
Tragedi itu bermula ketika pemuda tadi berjuang ke medan perang. Pada saat menghadapi peperangan, kaki kanannya putus terkena bom. Dia merasa nggak pantas punya gadis pujaan hati karena udah cacat.
Terpaksa dia minta bantuan temananya buat ngasih tahu kekasihnya itu kalo dia udah gugur di medan peperangan. Setelah kejadian itu. Ampe suatu hari dia mendengar kalo mantan kekasihnya akan segera menikah.
Pemuda itu ngerasa senang campur sedih. Di satu sisi dia senang kekasih hatinya udah menemukan penggantinya, tetapi dia sedih karena kekasihnya akan segera menjadi milik orang lain. Pemuda tadi ingin melihat manatan kekasihnya tersenyum bahagia. Dia sengaja datang pada acara pernikahan wanita itu secara diam-diam.
Tetapi dia sangat terkejut ketika ngelihat calon suami kekasihnya itu. Pria itu adalah teman seperjuangan yang terputus kedua kakinya akibat perang. Pemuda itu sangat menyesal kenapa dulu dia berpikir negatif dan terburu-buru memutuskan mengundurkan diri karena kakinya terputus satu. Mengapa dia nggak menemui kekasihnya terlebih dahulu dan menanyakan secara langsung? Tetapi semua sudah terlambat, pemikiran negatif Cuma meninggalkan penyesalan.
Kisah tadi menegaskan kalo kita seharusnya memikirkan kemungkinan terbaik terlebih dahulu, sebelum memirkan kemungkinan terburuk. Sebab apa yang terjadi di depan nanti mungkin jauh lebih baik dari apa yang kita pikirkan. So.. kenapa kita menyimpan pikiran negatif itu karena hal itu bener-bener merugikan kita. Karena itu budayakan berpikir positif dalam hidup kita. Kemampuan berpikir positif terbentuk oleh kebiasaan-kebiasaan yang positif pula.
Berikut ini merupakan tips mengkondisikan agar setiap saat berpikir positif :
1. Mengurangi informasi negatif.
Mungkin kita cenderung lebih sering mendengar berita tentang tragedi maupun tindak kejahatan, penindasan, penyelewengan dan lain sebagainya. Tetapi berita tentang keharmonisan, kepedulian, kejujuran, dan cinta kasih seringkali luput dari perhatian. Maka mulai saat ini kurang informasi luput dari perhatian. Maka mulai saat ini kurangi inforamsi tenanta hal-hal yang negatif. Ada baiknya kita berusaha bergaul halnya dengan orang-orang yang secara pasti memberikan masukan positif terhadap cara berpikir. Bian Tracy mengatakan, “ Bergaulah dengan orang yang tepat. Bekerjasamalah dengan orang yang positif, yang berorientasi kepada hasil, mereka yang membangkitkan semangat dan menginspirasikan banyak hal kepadamu.” Dengan demikian, lambat laun cara berpikir kita akan lebih positif.
2. Memfokuskan diri hanya kepada hal-hal yang positif.
Sekali lagi belajaralh bersyukur atas segala keadaan yang terjadi dalam hidup kita. Klao kita mengembangkan gaya hidup besyukur, kita bakal selalu melihat segala sesuatu dengan positif.
3. Menerima kejadian apa adanya dan menghilangkan negatif atau trauma.
Klo trauma itu benar-benar sulit dihilangkan, bukan berarti itu merupakan tanda-tanda kelemahan kita. Trauma itu Cuma akan menjadi penjara dalam hidup kita. Penjara itu lama kelamaan membatasi ruang gerak dan potensi kita. So.. ketimbang berkubang dalam rasa traumatik, lebih baik kita mengampini sendiri dan orang-orang yang sudah menyebabkan trauma itu.
Kata Zig Ziglar,
“It’s not the situation, but wheather we react (negative) or respond (positive) to the situation that’s important”.
“Bukan persoalan situasinya yang tidak tepat, yang terpenting adalah bagaimana kita mereaksi atau merespon situasi tersebut.”
Mulailah berpikir positif hari ini dan lihatlah kita akan menikmati kejadian-kejadian yang menyenangkan sepanjang waktu.
GOD BLESS YOU ALL
Nb: dikutip dari Majalah Renungan Harian Pemuda Remaja “ Future Generation”
Renungan Harian Remaja Tips
Duuuhhh… kenapa sih kok susuah banget jadi orang yang rendah hati, baik, dan tidak sombong??”
Kayaknya semua orang terutama anak-anak TUHAN nih pada bermaslah ama hal yang satu ini. Pengennya nih kita dikenal sebagai orang yang nggak egois dan bijaksana bukan sombong atau gampang banget iri hati ama orang lain. Banyak yang bilang kalo sifat itu muncul spontan gitu saja. Begitu ada orang menyinggung harga diri, kita langsung siap-siap ngebela diri dan nggak mengijinkan orang itu menginjak harga diri kita. Jujur aja deh, lama-lama cape juga tuh bersikap kayak gitu. Pengennya nih jadi orang yang panjang sabar dan nggak gampang sakit hati. Tul nggak ?
Semua pasti ada caranya, guys! Masalahnya hal itu nggak bisa didapatkan dengan cara instan. So… artinya harus ada tahapan-tahapan yang negbuat manusia lama kita tuh terkikis abis. Mau ??
Simak deh hal-hal di bawah ini :
1. Berbicara sesedikit mungkin tentang diri sendiri.
Orang lebih senang menjadikan dirinya sebagai pusat pembicaraan. Tul nggak? Makanya banyak orang yang buat sensasi biar dijadikan buah mulut orang-orang disekitarnya. Kita bakal ngerasa dihargai banget. Kadang-kadang kita bakal stress pas menemukan ternyata kehadiran kita tuh kayak biasa-biasa aja. Kalo bisa nggak usah membangga-banggakan diri sendiri dan prestasi yang udah kita capai. Lebih baik orang lain tahu semua itu dari orang lain, saudara, atau siapa saja yang penting bukan dari kita sendiri.
2. Mengurus atau mengerjakan sendiri urusan pribadi.
Meskipun ortu udah ngasih fasilitas pembantu di rumah, bukan berarti kita menggantungkan semua urusan pribadi am dia. Kalo kita bisa ngebersihin kamar sendiri ngapain mesti teriak-teriak ama si mbok yang udah pontang-panting ama pekerjaan rumah dan urusan dapur.
3. Hindari rasa ingin tahu yang berlebihan dan janganlah mencampuri urusan orang lain.
Sebisa mungkin kalo hal itu nggak ada sangkut pautnya ama kita, yaa jangan terlalu ingin mencampurinya. Contohnya nih, tetangga sebelah sedang kehabisan terasi di dapurnya. Trus, kita nggak sengaja denger dari pembantu rumahnya. Kita langsung nyindir “ iihh… beli terasi gopek aja nggak kuat!” Terus langsung aj deh kita menjugde masakanya hari ini pasti nggak enak coz kurang terasi ( padahal belum tentu juga dia masak masakan yang mengandung terasi). Nah…kalo ampe hal ini kedengeran ama tetangga kita, ijamin dia bakal berang he..he..
4. Terimalah pertentangan dengan kegembiraan.
Guys.. satu orang dengan satu atau dua pendapat wajar-wajar aja dong. Tapi gimana kalo 50 orang ada di satu ruangan dan dimintain pendapatnya. Udah jelas ada 50 pendapat kan ? Nah, masalahnya kalo kita nggak bisa menyikapi dan menghargai perbedaan pendapat itu, itu adalah cikal bakal konflik muncul. So.. hargai dan terima aja perbedaan itu.
5. Jangan memusatkan perhatian kepada kesalahan orang lain.
Kalo kita suka nyimpan kesalahan orang, itu sama aja kita menganggap diri kita lebih baik ketimbang orang lain. Padahal jujur aja deh, kita juga sering berbuat salahkan? Dan kita bakal berbahagia banget kalo orang lain memaafkan kesalahan kita. So.. kalo itu baik, kenapa kita nggak melakukan hal yang sama?
6. Terimalah perasaan tidak diperhatikan, dilupakan dan dipandang rendah.
Nggak usah berkecil hati. Kalo manusia nggak bersedia memerhatikan kita, itu sama aja kita ngasih tempat ama Tuhan untuk mengambil alih tempat itu. So.. kalo Tuhan sendiri yang memerhatikan kita, wah dijamin hidup kita bakal lebih baik.
7. Bersikap sopan dan peka, sekalipun seorang memancing amarah kita.
8. Janganlah mencoba agar dikagumi dan dicintai.
9. Bersikaplah mengalah dalam perbedaan pendapat walaupun anda yang benar.
Gmana guys.. patut dicobakan.
Smoga tips ini dapat membantu kita untuk lebih rendah hati.
Seperti kata firman ALLAH :
“..carilah dahulu kerajaan surga, maka semua itu akan kuberikan padamu..”
So.. ga usah deh berharap kita menjadi pusat perhatian atau maunya dibangga-banggakn di dunia ini, yang lebih penting kita lakukan dahulu apa yang Tuhan perintahkan. Dijamin orang-orang akan salut ama kita. Amin..
GOD BLESS YOU ALL
Nb: dikutip dari Majalah Renungan Harian Pemuda Remaja “ Future Generation”
Renungan Harian Remaja JESUS MY SAVIOR
Baca: Matius 11:25-30
UNDANGAN SANG JURU SELAMAT
“Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.” Matius 11:27
Dalam ayat 27 ini Yesus menyatakan hubungan istimewa yang dimilikiNya dengan Allah Bapa yang tidak mungkin dimiliki oleh siapa pun. Orang dapat mengenal Bapa hanya melalui pernyataan Anak kepadanya. Hanya melalui Yesus orang berdosa dapat datang kepada Allah Bapa dan diselamatkan. “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6).
Tuhan menegaskan identitas, status, otoritas dan kuasaNya. Sang Juruselamat yang memiliki otoritas dan kuasa Ilahi kini menjanjikan dan menawarkan kelegaan pada siapa pun yang datang kepadaNya, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (ayat 28 Matius). Yesus tidak mengundang orang-orang yang merasa mapan dan puas diri, karena biasanya mereka merasa tidak membutuhkan Tuhan. Yang Dia undang justru orang-orang yang 'sakit', berdosa, terbuang, meratap, putus asa, hancur dan merasa tidak berpengharapan. Kepada mereka inilah Tuhan akan memberikan kelegaan. Sayang, tidak semua orang mau menerima dan merespon undanganNya. Dosa telah mengakibatkan orang lebih memilih menuruti keinginan sendiri dan mengabaikan anugerah Tuhan tersebut. Mereka yang menyadari siapa diri mereka sebenarnyalah yang menghargai anugerah Tuhan ini. Manusia menginginkan kelegaan dan kedamaian, tetapi mereka menolak Sumber damai itu; manusia menginginkan keselamatan, tapi mereka merendahkan dan memalingkan muka terhadap Sang Juruselamat.
Tuhan melanjutkan, “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu...” (ayat 29). 'Kuk' adalah lambang penundukan diri dan pelayanan. Selama hati kita tetap keras dan memberontak, kita tidak akan pernah mendapatkan hal terbaik yang disediakan Tuhan bagi kita. Maka kita harus belajar menerima didikan (pembentukan) dari Tuhan, kita harus bersedia dan rela dihancurkan. Belajarlah dari Tuhan Yesus dan mengikuti teladanNya, Ia tunduk kepada kehendak Bapa, taat sampai mati di atas kayu salib!
Datanglah kepada Yesus, Dia adalah jawaban setiap pergumulan kita!
Post by Renungan Harian Remaja
Kategori Renungan
Untuk membentuk bibir yang menawan,
Ucapkan kata-kata kebaikan.
Untuk mendapatkan mata yang indah,
Carilah kebaikan pada setiap orang yang kamu jumpai.
Untuk mendapatkan bentuk badan yang langsing,
Berbagilah makanan dengan mereka yang kelaparan.
Untuk mendapatkan rambut yang indah,
Mintalah seorang anak kecil untuk menyisirnya dengan jemarinya setiap hari.
Untuk mendapatkan sikap tubuh yang indah,
Berjalanlah dengan segala ilmu pengetahuan,
Dan kamu tidak akan pernah berjalan sendirian,
Manusia, jauh melebihi segala ciptaan lain,
Perlu senantiasa berubah, diperbaharui, dibentuk kembali, dan diampuni.
Jadi, jangan pernah kucilkan seseorang dari hatimu
Apabila kamu sudah melakukan semuanya itu,
Ingatlah senantiasa,
Jika suatu ketika kamu membutuhkan pertolongan,
Akan senantiasa ada tangan terulur
Dan dengan bertambahnya usiamu, kamu akan semakin mensyukuri telah diberi dua tangan,
Satu untuk menolong dirimu sendiri,
Dan satu lagi untuk menolong orang lain.
Kecantikan bukan terletak pada pakaian yang dikenakan,
Bukan pada bentuk tubuh, atau cara menyisir rambut.
Kecantikan teradapat pada mata, cara memandang dunia.
Karena dimatalah terletak gerbang menuju ke setiap hati manusia,
Di mana cinta dapat berkembang
Kecantikan bukan pada kehalusan wajah.
Tetapi kecantikan yang murni, terpancar pada jiwa,
Yang dengan penuh kasih memberikan perhatian dan cinta yang dia berikan
Dan kecantikan itu tumbuh sepanjang waktu.
• Berbahagialah orang yang terlalu capek, sibuk sehingga tidak punya waktu untuk bersekutu satu jam saja dengan TUHAN. Mereka adalah rekan kerjaku yang paling hebat.
• Berbahagialah orang yang menunggu ditegur dan mengharapkan pujian. Aku bisa memperalat mereka.
• Berbahagialah mereka yang terlalu sensitif. Dengan sedikit sentilan saja, mereka pasti tidak mau lagi bekerja dengan semangat. Mereka ini adalah ”fans-ku”.
• Berbahagialah mereka pembuat masalah. Mereka akan disebut anak-anakku.
• Berbahagialah mereka tukang mengeluh. Aku akan senang mendengarkan mereka.
• Berbahagialah mereka yang sudah bosan dengan gaya dan kekeliruan bosnys, karena mereka tidak akan mendapat apa-apa dari pekerjaaannya.
• Berbahagialah setiap karyawan yang berharap dibujuk-bujuk untuk disiplin kerja. Orang yang seperti ini hanya menambah masalah baru.
• Berbahagialah mereka yang suka gossip, karena mereka akan menimbulkan pertengkaran dan perpecahan. Ini sungguh menyenangkan saya.
• Berbahagialah mereka yang gampang tersinggung, karena mereka akan cepat marah dan pindah pekerjaan lain.
• Berbahagialah orang yang mengaku mengasihi Tuhan tetapi membenci saudaranya karena mereka akan bersama saya selamanya.
• Berbahagialah kamu yang membaca tulisan ini dan merasa ini cocok untuk orang lain dan bukan untuk diri sendiri. Kamu sudah dalam tangan saya.
Sumber : Future Generation (majalah renungan harian remaja)
post by renungan harian remaja
Dear All …
May God Bless U all the time
cheers
DHA
Mengapa Sulit Mengucap Syukur ?
Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depanruang kerja pertama dan berkata, ” Ini adalah Seksi Penerimaan. Di sini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima”.
Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.
Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua. Malaikat-ku berkata, “Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Di sini kemuliaan dan berkat yangdiminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya”. Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.
Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangatkecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk di sana , hampir tidak melakukan apapun. “Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih“, kata Malaikat-ku pelan. Dia tampak malu. “Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?”, tanyaku. “Menyedihkan” , Malaikat-ku menghela napas. ” Setelah manusia menerima berkat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih”. “Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas berkat Tuhan?”, tanyaku. “Sederhana sekali”, jawab Malaikat. “Cukup berkata, “Terima kasih, Tuhan”.
“Lalu, berkat apa saja yang perlu kita syukuri”, tanyaku. Malaikat-ku menjawab, “Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini.”
“Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia.”
“Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputer mu, engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu.”
Juga…. “Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan … engkau lebih diberkati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini.”
“Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat, maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia”.
“Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan … maka engkau termasuk orang yang sangat jarang.”
“Jika engkau masih bisa mencintai … maka engkau termasuk orang yang besar, karena cinta adalah berkat Tuhan yang tidak didapat dari manapun.”
“Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan. “
“Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima berkat ganda, yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa engkau lebih diberkati dari pada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali”.
Nikmatilah hari-harimu, hitunglah berkat yang telah Tuhan anugerahkan kepadamu. Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua teman-temanmu untuk mengingatkan mereka betapa. diberkatinya kita semua.
“Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu .”
Ditujukan pada : Departemen Pernyataan Terima Kasih.
“Terima kasih, Tuhan! Terima kasih, Tuhan, atas anug’rah-Mu berupa kemampuan untuk menerjemahkan dan membagi pesan ini dan memberikan aku begitu banyak teman-teman yang istimewa untuk saling berbagi.”
GBU
post by renungan harian remaja
Jangan mengeluh
seberat apapun hidupmu….. ……..
Tersenyumlah.
……… ……..
If you think you are
unhappy, look at them
If
you think your salary is low, how about
her? If
you think you don’t have many friends… If
you think study is a burden, how about
her? When
you feel like giving up, think of this
man If
you think you suffer in life, do you suffer as much as he
does? If
you complain about your transport system, how about
them? If
your society is unfair to you, how about her?
Enjoy life
how it is and as it comes Things are worse for others
and is a lot better for us J
There are many things in
your life that will catch your eye but only a few will catch your
heart….pursue those…
Best
Regards,
Desiana
Purba

