Renungan Harian Remaja

Renungan Harian | Santapan Harian | Cerita Renungan | Lagu Rohani | Cerita Cinta dan Kasih Sayang

Jangan Milih-Milih Dong Makannya...

Posted by future generation


Sewaktu kecil mungkin itu ungkapan yang paling sering saya dengar dari orang tua saya saat makan. Abis.. Saya kerjaannya suka milih-milih makanan sih.. Banyak banget sayuran yang enggak saya doyan. Walaupun dibilang sayuran itu baik untuk kesehatan saya tetep aja saya enggak doyan. Daripada makan sayuran mending saya makan yang manis-manis atau yang enak-enak aja buat saya. Pokoknya kalau sudah ada rasa pahitnya sedikit saya ogah buat makan.

Tapi setelah saya dewasa, saya sudah enggak begitu milih-milih makanan lagi. Sekarang saya lumayan doyan sayuran kok. Karena saya tahu banget kalau sayuran itu walaupun rasanya ada yang sedikit pahit-pahit tapi itu baik buat saya.

Saya berpikir bagaimana yah kalau seumur hidup saya, saya hanya memilih makanan yang manis-manis? Waah sekarang saya pasti sudah kena diabetes akut deh. Jadi ternyata terlalu banyak makan yang manis-manis dan yang enak-enak juga enggak bagus buat kesehatan tubuh.

Begitu juga dengan membaca firman. Kebanyakan orang Kristen lebih suka dengan ayat-ayat yang isinya janji Tuhan, berkat, kemakmuran.. Pokoknya semua yang 'manis-manis' padahal kalau mau bertumbuh dengan baik kita enggak boleh cuma makan yang 'manis-manis' aja dari Firman Tuhan. Kita juga harus makan yang 'pahit-pahit'nya juga. Di Alkitab, Tuhan enggak hanya berbicara tentang berkat, kemakmuran, perlindungan, dan pengampunan saja tapi Tuhan juga berbicara mengenai konsekuensi dosa, berbicara mengenai iman di tengah kesulitan-kesulitan kita, berbicara mengenai memikul salib untuk bisa mengikut Dia, dan banyak hal lain lagi yang kita perlukan untuk pertumbuhan roh kita.

Jadi kalo selama ini kita terbiasa membaca firman yang rasanya 'manis-manis' aja, sudah saatnya kita belajar untuk menjadi dewasa dan mau mengenal Tuhan lebih dalam lagi.. Dia adalah Allah yang sangat pengasih, tapi Ia juga Allah yang adil yang kadangkala harus menghajar kita apabila diperlukan..

Ibrani 12:9-11 "Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup?

Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.

Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya. "


Jadi mulai sekarang yuk kita membiasakan diri untuk enggak memilih-milih 'Makanan' kita lagi! Di 2010 ini kita harus sama-sama bertumbuh menjadi Kristen yang dewasa supaya bisa menjadi teladan bagi sekitar kita!
Semangat!!!!

Ibrani 5:13-14 "Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.
Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat."


Ditulis oleh : LNY

[+/-] Selengkapnya...

Hudson Taylor, Hati untuk Cina……

Posted by future generation

Hudson Taylor dilahirkan di Yorkshire, Inggris tahun 1832. Ayahnya adalah seorang ahli farmasi selain pengkotbah awam Metodis dan ia menanamkan dalam pikiran dan hati anak lelakinya suatu kegairahan akan misi. Sebelum ia mencapai ulang tahunnya yang kelima Hudson Taylor kecil sudah mengatakan kepada para pengunjung bahwa ia suatu hari ingin menjadi misionaris, dan Cina adalah wilayah yang menarik minatnya.

Namun Taylor tidak bertobat sampai ia berusia 17 tahun. Saat itu adalah musim panas tahun 1849 ketika ibunya sedang pergi untuk kunjungan yang lama ke seorang teman. Taylor muda sedang di rumah dan membaca-baca kertas-kertas di perpustakaan ayahnya ketika ia menemukan traktat-traktat religius. Ia lebih tertarik pada cerita-ceritanya dari pada aplikasi rohaninya, dan ia mengambil satu dan membacanya di luar. Saat ia membaca ia ditundukkan Tuhan dan pada akhirnya memohon pengampunanNya. Ketika ibunya kembali dua minggu kemudian dan ia diberitahu kabar itu, ia tidak terkejut. Ia mengisahkan kepadanya bagaimana dua minggu sebelumnya sementara di rumah temannya, ia tiba-tiba merasakan desakan untuk berdoa bagi keselamatannya, jadi ia pergi ke ruangannya dan berdoa sampai merasa pasti kalau doanya telah dijawab Allah.

Taylor tahu ia harus mulai menyiapkan dirinya jika ia mau menjadi seorang misionaris ke Cina. Keluarganya tergolong kelas menengah dan ia tinggal bersama orang tua dan kedua adiknya di rumah yang cantik di kawasan perumahan yang bagus. Sebagai latihan sebelum ia mulai bekerja di ladang Tuhan, ia pindah ke daerah kumuh dan tinggal di antara orang-orang miskin. Ia mendapatkan pekerjaan di suatu klinik praktek yaitu sebagai seorang asisten dokter. Tujuan Taylor memisahkan diri dari kenyamanan hidup yang dijalani sebelumnya adalah agar ia dapat membiasakan diri dengan kesendirian dan bahaya yang muncul dari hidup di suatu tempat asing di mana hanya Tuhan yang akan menemaninya. Ia memilih pekerjaan sebagai asisten dokter karena ia tahu pengetahuan medis akan sangat membantunya di Cina nanti. Usianya baru 19 tahun pada waktu itu.

Di ’sekolah Tuhan’ di daerah kumuh itu, Taylor belajar bahwa ia dapat percaya dan taat sepenuhnya kepada Tuhan dalam setiap sisi kehidupannya. Memang masih terlalu banyak yang harus dipelajarinya, tetapi pelajaran awal yang didapatnya adalah bahwa janji dan ucapan Tuhan dapat diandalkan. Pengalamannya di waktu itu mengajarkan kepadanya bahwa tidak ada yang lebih mendatangkan sukacita dibandingkan dengan doa dan jawaban terhadap doa. Ia telah belajar bagaimana untuk menggerakkan orang lewat doa. Ia tidak pernah meminta dari manusia untuk hal-hal materil. Semua kebutuhannya ia bentangkan di hadapan Tuhan.

Waktu Taylor mulai bekerja sebagai asisten dokter, dokter yang dengannya ia bekerja pernah berkata, “Taylor, ingatkan saya ya, kapan saya harus membayar upahmu. Karena sering terlalu sibuk dengan pekerjaan, saya pasti akan lupa.” Dan dokter itu benar-benar lupa. Tetapi Taylor tahu bahwa di Cina nanti, ia tidak akan dapat meminta pada siapa pun, melainkan hanya kepada Tuhan. Jadi ia memutuskan untuk hanya meminta kepada Tuhan dan menyerahkan hal mengingatkan sang dokter ini pun kepada Tuhan.

Tiga minggu setelah itu sang dokter tiba-tiba teringat ia belum membayar gaji mingguan Taylor, tetapi pada malam itu ia kebetulan tidak punya uang karena semuanya sudah disetorkan ke bank. Taylor waktu itu telah sama sekali tidak memiliki uang dan ia harus membayar uang sewa kamarnya. Dan ia juga tidak memiliki uang untuk membeli makanan. Sepanjang hari itu sebetulnya ia sudah berdoa sambil bekerja agar sang dokter itu akan ingat. Sesuai doanya, sang dokter itu memang ingat tetapi ingat pada saat ia kehabisan uang! Pada malam itu Taylor bekerja sampai jam 10 malam, walaupun letih tetapi ia merasa lega karena setidaknya ia tidak perlu pulang lebih awal dan menghadapi tuan rumahnya yang pasti akan menagih uang sewa kepadanya. Waktu ia sedang berkemas untuk pulang, sang dokter tiba-tiba masuk ke ruangannya dan berkata, “Aneh sekali, pasien saya baru saja datang dan membayar tagihannya! Ia salah satu pasien saya yang paling kaya dan ia bisa saja membayar lewat cek kapan-kapan saja tetapi ia datang membayar dengan uang kontan jam 10 di malam minggu!” Lalu ia menambahkan, “Oh ya, Taylor, sebaiknya kamu ambil saja uang ini. Saya tidak punya uang receh, tapi gajimu yang selebihnya akan saya bayar minggu depan… Selamat malam!”

Doanya terjawab! Ia bukan saja punya uang untuk membayar sewa kamar tetapi juga uang makan untuk minggu yang akan datang. Ia telah membuktikan sekali lagi dalam kehidupan sehari-harinya bahwa Tuhan menjawab doa dan menggerakkan orang. Ia telah siap untuk pergi ke Cina!

Segera setelah tiba di Cina, Taylor mendapati dirinya menghadapi kesulitan keuangan. Dukungan uang yang dijanjikan kepadanya tidak segera tiba dan uang yang dimilikinya hanya sedikit terutama menghadapi harga-harga yang terus membubung. Impian visi untuk menginjili Cina segera sirna dan ingatan akan masa kanak-kanaknya di Yorkshire membayangi dirinya. Usaha Taylor untuk menguasai bahasa Cina hanya menambah perasaan depresinya. Bulan-bulan pertamanya tinggal di Shanghai dipenuhi dengan jam belajar bahasa yang lama, dan ada saat ketika ia takut tidak pernah menguasai bahasa itu. Saat menulis kepada para direktur dari lembaga yang mengirim dia di Inggris ia memohon: “Berdoalah untuk saya, karena saya tertekan melampaui kekuatan, dan jika saja saya tidak mendapatkan bahwa Firman Allah itu makin berharga dan merasakan kehadiran-Nya bersama saya, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan.”


Dari Shanghai, Taylor masuk ke pedalaman. Di pedalaman, situasinya berbeda sama sekali. Pada perjalanan awalnya, Taylor mendapati bahwa ia merupakan pemandangan baru dan orang-orang jauh lebih tertarik pada pakaian dan perilakunya dari pada pesannya. Baginya hanya ada satu penyelesaian yang masuk akal: menjadi orang Cina, mengadopsi pakaian dan kultur Cina

Ia mengubah tampilan rambutnya, menggunakan kacamata cina, dan kebiasaannya memakai pakaian dan budaya Cina menjadi tanda khas dirinya. Bukan hanya ia dapat bergerak lebih bebas, tetapi pakaiannya juga lebih cocok dengan iklim dari pada pakaian barat.

Taylor kemudian menikah dengan Maria dan mendirikan Misi Pedalaman Cina (CIM – China Inland Mission).Taylor memiliki rencana. Jika ia dapat mengumpulkan 1000 orang penginjil dan jika setiap penginjil itu dapat menjangkau 250 orang per hari dengan Injil, seluruh Cina dapat diinjili tiga tahun lebih sedikit. Tentu saja itu adalah visi yang tidak realistis, dan tujuannya tidak pernah tercapai, tetapi CIM meninggalkan kesan yang tak ter-hapuskan di Cina. Pada tahun 1882, CIM telah memasuki tiap propinsi dan pada tahun 1895, tigapuluh tahun setelah pendiriannya, CIM memiliki lebih dari 640 misionaris yang mengorbankan kehidupan mereka di Cina.

Pada bulan Juni 1900 kekaisaran Peking memerintahkan untuk membunuh semua orang asing dan melarang semua kegiatan yang berhubungan dengan agama Kristen. 135 orang misionaris dan 53 anak- anak para misionaris dibunuh secara brutal. Di Propinsi Shansi saja, 91 misionaris CIM dibantai

Taylor kemudian diasingkan di Switzerland, memulihkan kembali kesehatannya dari kejadian yang membuatnya trauma meskipun ia tidak dapat benar-benar menghilangkan trauma yang dialaminya. Setahun kemudian Taylor kembali ke China dimana akhirnya ia meninggal dengan tenang sebulan setelah kedatangannya.

Meskipun Taylor telah meninggal, namun CIM tetap berkembang. Puncak kejayaan CIM terjadi tahun 1914 dimana CIM menjadi organisasi misi yang terbesar di dunia dan pada tahun 1934 berhasil memiliki misionaris sebanyak 1368. Tahun 1964 CIM berganti nama menjadi “The Overseas Missionary Fellowship”.

[+/-] Selengkapnya...

Renungan Harian Remaja cerita renungan

Saya ingin berbagi kesaksian dengan anda sekalian dan mungkin anda bisa memberikan saran masukan kepada saya:

Saya menikah pada 3 desember 2007.

Saya sangat bersyukur karena Tuhan memberikan saya suami yang baik dan menerima saya apa adanya. Pernikahan kami sangat jauh dari yang kami rencanakan karna kami berdua hanya berserah kepada Tuhan, karna pada saat itu biaya yang kami miliki terbatas, suamiku juga seorang anak yatim piatu dan sayapun sudah tidak punya ayah tapi puji Tuhan kami berdua sudah bekerja. Tuhan itu dasyat dan ajaib apa yang tidak kami pikirkan itu yang Tuhan sediakan. Akhirnya kami bisa menikah dengan begitu indahnya Tuhan buat bahkan Pesta Pernikahan kami jadi cerita yang baik di tempat kami tinggal.

Setelah kami menikah kamipun punya pergumulan baru yaitu kami rindu untuk punya anak. Bulan berganti bulan akhirnya sampai di bulan Mei 2008 aku hamil. Kami sangat bersyukur bahkan terlalu bahagia. Apalagi orangtua kami berdua. Saya tetap bekerja seperti biasanya meskipun hamil muda. Saya juga melayani anak-anak sekolah minggu. Tempat kami ibadah tiap minggu itu cukup jauh dari tempat kami tinggal kadang harus jalan kaki tapi saat itu saya tetap ingin melayani Tuhan. Kegiatan rutin yang saya lakukan seperti biasanya meskipun ada tetanggaku yang menyuruhku untuk istirahat tapi saya hanya ingin membantu keluargaku dan saya tidak ingin kehamilanku membuat saya jadi lemah.

Pada bulan Juli tiba-tiba saya dapat haid sedikit, saya pikir itu hal biasa karna kadang orang hamil juga seperti itu. Sudah 3 hari berlanjut akhirnya saya tidak masuk kerja dan rencananya kami akan ke dokter,…………….. mungkin Tuhan punya rencana lain untukku… saya keguguran…. Pas ke dokter ternyata saya keguguran. Tapi Tuhan itu ajaib… saya sangat bersyukur karna Dia berikan saya kekuatan. Kalau saya bukan anakNya mungkin saya jadi lemah karna pendarahan meskipun saat itu terasa sakit tapi Puji Tuhan, Dia menolong saya. Saya dirujuk ke RS untuk membersihkan sisa-sisa janin dalam kandungan saya,,,, saat itu saya menangis dan tidak bisa menahan kesedihan saya karna saya merasa berdosa, bersalah, kecewa. Saat itupun ada perasaan kecewa kepada Tuhan, tapi saya sadar itu salah, tidak seharusnya saya menyalahkan Tuhan, pasti ada rencana indah yang DIa sediakan. Kata suami saya mungkin jika janin itu dipertahankan pasti anak itu akan cacat atau ada yang lain yang akan terjadi, saat itupun saya sadar… saya tidak boleh memaksakan kehendakTuhan. Tuhan menolong saya disaat saya di RS… dokter berkata kalau saat pembersihan pasti sakit, ada yang bisa pendarahan tapi puji Tuhan semuanya berjalan lancar saya tidak merasa pusing atau pendarahan dan kembali seperti biasa dan malam itupun saya diperbolehkan pulang. Hari terus berlalu saya harus istirahat dirumah.

Oh Tuhan itu sangat luar biasa….. saya pikir saya akan diberhentikan dari tempat kerja saya karna bulan juli itu saya banyak tidak kerja.. saat-saat itu sayapun kadang down meskipun saya melayani tapi kadang saya jadi down karna ada orang yang kasihan, ada yang mempersalahkan, dan itu membuat saya kecewa. Cukup lama saya seperti itu, saya tidak ke gereja dan tidak ke SM karna saya dalam proses penyembuhan karna keguguran. Saya seperti orang lemah yang tidak beriman……. Saya pernah berpikir untuk berhenti melayani anak-anak SM karna saya kecewa dan memang anak-anak kami sangat sedikit jumlahnya. Terlalu banyak negative thinking,,, emosi…. Seperti orang yang tidak bisa menerima kenyataan karna saya sangat ingin hamil dan punya anak. Saat itu saya merenung kenapa ini bisa terjadi, mungkin saya terlalu menjaga kehamilanku sampai kadang alpa ke ibadah, mungkin jika saya hamil saya akan kurang waktu dengan Tuhan,.. ada begitu banyak alasan dalam pikiran saya.

Tuhan tolong saya akhirnya sayapun bangkit dan saya sangat bersyukur karna Tuhan berikan suami yang sangat pengertian. Suamiku selalu memberikan semangat agar saya bisa menerima kenyataan itu bahkan diapun selalu berdoa, dan dia tidak kecewa dengan apa yang terjadi. Itulah yang sangat menguatkan saya karna saya diberikan suami yang begitu perhatian, mengasihi dan mau mengerti.

Sampai saat ini kami berdua tetap berdoa bahkan kami berjanji jika saya hamil saya akan tetap setia dan kehamilan itu tidak akan jadi penghalang kami beribadah. Meskipun jumlah SM kami sangat sedikit saya selalu berdoa agar pelayanan kami berkenan dan saya cepat punya anak dan bisa menambah jumlah pelayanan SM kami.

Saudara tahu,… sekarang tempat pelayanan kami untuk SM tempatnya lebih jauh dan harus dengan kendaraan karna memang jauh untuk berjalan kaki.. sebenarnya kata orang-orang saya tidak boleh naik motor karna pernah keguguran dan dokter katakan kalau saya kandungan lemah. Tapi saya tidak ingin menyesal seperti dulu, saya ingin lebih setia kepada Tuhan dan saya tahu Tuhan ingin melihat seberapa jauh kesetiaan kami suami istri dan bagaimana kami berharap kepadaNya.

Saudara…. Disetiap saat melihat ibu hamil saya selalu berdoa.. Tuhan,, sayapun ingin seperti itu dan saya ingin merasakan apa yang mereka rasakan disaat hamil..
bahwa Tuhan buat segala sesuatu indah pada waktunya…… haleluya….. Puji Tuhan.
Untuk pasangan suami istri yang juga merindukan kehadiran seorang anak tetaplah berdoa…..
Mujizat itu pasti nyata karna ada banyak wanita-wanita dalam Alkitab yang sebenarnya Mandul tetapi Tuhan buat mereka bisa mengandung dan punya anak.

Janganlah kita mempersalahkan Tuhan disaat kita punya masalah belajarlah untuk mengoreksi diri dan kembali kepada Bapa yang sangat baik. Dia akan terima kita apa adanya…..
P. Baru: I Korintus: 15

Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia..

Selagi ada waktu marilah kita gunakan waktu yang ada untuk melayani Tuhan.
Terlebih untuk keluarga-keluarga muda buatlah MEZBAH DOA dalam Rumah Tangga kita agar apa yang kita rencanakan Tuhan buka jalan.

Andalkanlah Tuhan dalam segala hal karena Tuhan selalu dapat di ANDALKAN.

sumber : "iney moot" (ineypsp@yahoo.com)

[+/-] Selengkapnya...

Ketika itu...

Posted by future generation

Renungan Harian Remaja | Cerita Renungan

Ketika itu, Tuhan telah bekerja enam hari lamanya. Kini giliran
diciptakan para ibu. Seorang malaikat menghampiri Tuhan dan berkata lembut:
 "Tuhan, banyak nian waktu yg Tuhan habiskan untuk menciptakan ibu ini?" dan Tuhan menjawab pelan:

 "Tidakkah kau lihat perincian yang harus dikerjakan?"

 01) Ibu ini harus waterproof (tahan air /cuci) tapi bukan dari plastik.
02) Harus terdiri dari 180 bagian yang lentur, lemas dan tidak cepat capai
03) Ia harus bisa hidup dari sedikit teh kental dan makanan seadanya
untuk mencukupi kebutuhan anak- anaknya.
04) Memiliki kuping yang lebar untuk menampung keluhan anak-anaknya
05) Memiliki ciuman yang dapat menyembuhkan dan menyejukan hati anaknya.
06) Lidah yang manis untuk merekatkan hati yang patah, dan
07) enam pasang tangan!!

 Malaikat itu menggeleng-gelengkan kepalanya
"Enam pasang tangan....? tsk tsk tsk..."
"Tentu saja! Bukan tangan yang merepotkan Saya,
melainkan tangan yang melayani sana-sini,
mengatur segalanya menjadi lebih baik," balas Tuhan.

08) Juga tiga pasang mata yang harus dimiliki seorang modelnya?"
Malaikat semakin heran.
Tuhan mengangguk-angguk.
Sepasang mata yang dapat menembus pintu yang tertutup rapat dan
bertanya: "Apa yang sedang kau lakukan di dalam situ?",
padahal sepasang mata itu sudah mengetahui jawabannya.
"Sepasang mata kedua sebaiknya diletakkan di belakang kepalanya,
sehingga ia bisa melihat ke belakang tanpa menoleh".

Artinya...,ia dapat melihat apa yang sebenarnya tak boleh ia lihat dan pasang
mata ketiga untuk menatap lembut seorang anak yang mengakui
kekeliruannya.
Mata itu harus bisa bicara!
Mata itu harus berkata: "Saya mengerti dan saya sayang padamu".
Meskipun tidak diucapkan sepatah kata pun.
"Tuhan", kata malaikat itu lagi, "Istirahatlah".
"Saya tidak dapat, Saya sudah hampir selesai"

09) Ia harus bisa menyembuhkan diri sendiri kalau ia sakit.
10) Ia harus bisa memberi makan 6 orang dengan satu setengah ons daging
11) Ia juga harus menyuruh anak umur 9 tahun mandi pada saat anak itu
tidak ingin mandi....

Akhirnya Malaikat membalik balikkan contoh Ibu dengan perlahan .
"Terlalu lunak," katanya memberi komentar.
"Tapi kuat," kata Tuhan bersemangat. "Tak akan kau bayangkan
 betapa banyaknya yang bisa ia tanggung, pikul, dan derita."

 "Apakah ia dapat berpikir?" tanya malaikat lagi.
 "Ia bukan saja dapat berpikir, tapi ia juga dapat memberi gagasan, idea, dan
 berkompromi", kata Sang Pencipta.
 Akhirnya Malaikat menyentuh sesuatu di pipi,
 "Eh, ada kebocoran di sini."
 " Itu bukan kebocoran," kata Tuhan.
 "Itu adalah air mata.... air mata kesenangan, air mata kesedihan,
 air mata kekecewaan, air mata kesakitan,air mata kesepian,
 air mata kebanggaan, air mata...., air mata...."
Tuhan memang ahlinya...."

[+/-] Selengkapnya...

Mumpung ibu masih ada...

Posted by future generation

Renungan Harian Remaja - renungan cerita

Mumpung ibu masih aDa, coba saat beliau tidur saat maTanya terpejam Kamu tatap wajannya itu 5 menit saja, kamu akan tau bagaimana Rasanya nanti biLa wajah itu sudah tak ada di situ....
lakuKan apapun yg bisA kamu lakuKan untuknya...
LAKUKAN SEKARANG teMan2ku sayang, bukan besok atau 5 menit lg karena mungkin seKedip matamu dia akan pergi tak Kembali..
Kalau da terlanjur ga ada yaaaahhhh jangan lupa doa sama Tuhan, segala macam doa dech. MisS u Mum..
LuV You all...
Ini adalah mengenai Nilai Kasih Ibu dari Seorang anak yang mendapatkan
ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur.Kemudian dia menghulurkan sekeping kertas yang bertulis sesuatu, si ibu segera membersihkan tangan dan lalu menerima kertas yang dihulurkan oleh si anak dan membacanya.
Ongkos upah membantu ibu:
1) Membantu Pergi Ke Warung: Rp20.000
2) Menjaga adik Rp20.000
3) Membuang sampah Rp5.000
4) Membereskan Tempat Tidur Rp10.000
5) menyiram bunga Rp15.000
6) Menyapu Halaman Rp15.000
Jumlah : Rp85.000

Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak yang raut mukanya berbinar-binar. Si ibu mengambil pena dan menulis sesuatu dibelakang kertas yang sama.
1) Ongkos mengandungmu selama 9 bulan - GRATIS
2) Ongkos berjaga malam karena menjagamu - GRATIS
3) OngKos air mata yang menetes karenamu -G RATIS
4) Ongkos Khawatir karena memikirkan keadaanmu - GRATIS
5) Ongkos menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu - GRATIS
Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku - GRATIS
Air mata si anak berlinang setelah membaca. Si anak menatap wajah ibu, memeluknya dan berkata, "Saya Sayang Ibu".Kemudian si anak mengambil pena dan menulis sesuatu didepan surat yang ditulisnya:
"Telah Dibayar" .

Jika kamu menyayangi ibumu, "FORWARD" lah Email ini kepada sahabat-sahabat anda.
1 orang :Kamu tidak sayang ibumu
2-4 orang :Kamu sayang ibumu
5-9 orang :Bagus! Ternyata Kamu Sayang juga Kepada Ibumu
10/lebih : Waahhhh....Kamu akan disayangi Ibumu dan juga semua orang...

U SAYANG IBUMU????

mother is the best super hero in the world

[+/-] Selengkapnya...

Setan Diciptakan Dari Api

Posted by future generation

Renungan Harian Remaja Cerita Renungan

Setan Diciptakan dari Api, apakah dia merasakan Panasnya Api Neraka ?

Shaloom,

Ada seorang pemuda yang lama sekolah di negeri paman Sam kembali ke tanah air.

Sesampainya dirumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang Guru agama, Pendeta atau siapapun yang bisa menjawab 3 pertanyaannya.

Akhirnya Orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut.

Pemuda : Anda siapa? Dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanya an saya?
Pendeta : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya, saya akan menjawab pertanyaan anda

Pemuda : Anda yakin? Sedang Profesor dan banyak orang pintar saja tidak
mampu menjawab pertanyaan saya.
Pendeta : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya

Pemuda : Saya punya 3 buah pertanyaan
1. Kalau memang Tuhan itu ada,tunjukan wujud Tuhan kepada saya
2. Apakah yang dinamakan Takdir
3. Kalau setan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat
dari api, tentu tidak menyakitkan buat setan sebab mereka memiliki unsur yang sama.
Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?

Tiba-tiba Pendeta tersebut menampar pipi si Pemuda dengan keras.
Pemuda (sambil menahan sakit): Kenapa anda marah kepada saya?
Pendeta : Saya tidak marah...Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 buah
pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.

Pemuda : Saya sungguh-sungguh tidak mengerti
Pendeta : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda : Tentu saja saya merasakan sakit
Pendeta : Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?
Pemuda : Ya
Pendeta : Tunjukan pada saya wujud sakit itu !

Pemuda : Saya tidak bisa
Pendeta : Itulah jawaban pertanyaan pertama, kita semua merasakan
keberadaan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.
Pendeta : Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?
Pemuda : Tidak

Pendeta : Apakah pernah terpikir oleh anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini?
Pemuda : Tidak
Pendeta : Itulah yang dinamakan Takdir
Pendeta : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda ?
Pemuda : kulit
Pendeta : Terbuat dari apa pipi anda?
Pemuda : kulit
Pendeta : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda : sakit..
Pendeta : Walaupun Setan terbuat dari api dan Neraka terbuat dari api,jika
Tuhan berkehendak maka Neraka akan Menjadi tempat menyakitkan untuk setan.
Sekarang Anda mempunyai dua pilihan:
1. Biarkan Email ini tetap dalam mailbox anda.
2. Forward Email ini ke sejumlah orang yang anda kenal! Tuhan memberkati.

[+/-] Selengkapnya...

Suatu cerita yang indah | renungan harian remaja

Posted by future generation

post by renungan harian remaja


Seorang Kakek hidup di suatu perkebunan di suatu pegunungan sebelah timur

Negara bagian Kentucky (Amerika) dengan cucu lelakinya yg masih muda.
Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan membaca
Alkitab di meja makan di
dapurnya. Cucu lelaki nya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan
mencoba untuk menirunya dalam cara apapun semampunya.

Suatu hari sang cucu nya bertanya, ” Kakek! Aku mencoba untuk
membaca
Alkitab seperti yang kakek lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa
yang aku pahami aku lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan
dari membaca Alkitab?”. Dengan tenang sang
Kakek dengan mengambil keranjang tempat arang, memutar sambil melobangi
keranjang nya ia menjawab, ” Bawa keranjang ini ke sungai dan bawa kemari
lagi penuhi dengan air.”

Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi semua
air habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya.
Kakek tertawa dan berkata, “Lain kali kamu harus melakukukannya lebih
cepat lagi,” Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan keranjang
tsb untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi tetap, lagi2
keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah. Dengan terengah-engah,
ia berkata kepada kakek nya bahwa mustahil membawa air dari sungai dengan
keranjang yang sudah dibolongi, maka sang cucu mengambil ember sebagai
gantinya. Sang kakek berkata, ” Aku tidak mau ember itu; aku hanya mau
keranjang arang itu.. Ayolah, usaha kamu kurang
cukup,” maka sang kakek
pergi ke luar pintu untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu.
Cucu nya yakin sekali bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin
menunjukkan kepada kakek nya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya,
air tetap akan bocor keluar sebelum ia sampai
ke rumah. Sekali lagi sang
cucu mengambil air ke dalam sungai dan berlari sekuat tenaga menghampiri
kakek, tetapi ketika ia sampai didepan kakek keranjang sudah kosong lagi.

Sambil terengah-engah ia berkata, ” Lihat Kek, percuma!” ” Jadi kamu
pikir percuma?” Jawab kakek. Kakek berkata, ” Lihatlah keranjangnya. “
Sang cucu menurut, melihat ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya
menyadari bahwa keranjang itu sekarang berbeda. Keranjang itu TELAH
BERUBAH dari keranjang arang yang tua kotor dan kini BERSIH LUAR
DAN DALAM.

“Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu MEMBACA ALKITAB. Kamu TIDAK
BISA MEMAHAMI atau INGAT segalanya, tetapi KETIKA kamu MEMBACANYA LAGI,
kamu
AKAN BERUBAH, luar dalam. Itu adalah KARUNIA dari ALLAH di dalam hidup kita.”

Jika kamu merasa email ini patut dibaca, maka
lanjutkanlah ke teman-temanmu. Sesungguhnya, hanya
dengan mengingat Allah, hati akan tenang.

Berikut ini, hal-hal lucu yang sering kita lakukan namun kadang kita tidak
sadar. Coba simak dibawah ini maka kita akan bilang “lucu ya.?”

Lucu ya…. uang Rp.100.000,- nampak begitu
besar bila kita masukkan ke
kantong persembahan di gereja, tapi uang tersebut begitu kecil bila kita
shopping ke Supermarket.
Lucu ya……45 menit sangat begitu lama bila kita berdoa tapi waktu itu
terasa begitu pendek bila kita sedang nonton bola di TV.
Lucu ya……betapa lamanya duduk 2 jam saat ibadah di gereja tapi waktu
itu begitu cepat, saat kita jalan-jalan di
Mall.
Lucu ya…..begitu susahnya merangkai kata saat kita sedang memanjatkan
doa tapi begitu mudahnya kalau kita ngobrol ngalor ngidul dengan teman.
Lucu
ya……..susah banget baca Alkitab setiap pagi 10 menit saja tapi
kalau baca koran tiap pagi bisa berjam-jam tidak terasa.
Lucu ya…….. orang pada berebut dapat kursi paling depan bila nonton
konser tapi kalau di gereja berebut duduk di kursi paling belakang.
Lucu ya……. begitu susahnya orang diajak mengabarkan Injil tapi begitu
semangatnya kalau diajak teman bergosip.
Lucu ya…….. kita mudah percaya apa yang dikatakan “koran” tapi
meragukan apa yang dikatakan Alkitab.

he he mari kita bertanya
pada diri sendiri, apa kita masih seperti hal-hal
diatas ?.

Best regards,
imelda

[+/-] Selengkapnya...

Cara gunakan sendoknya? gak sama...

Posted by future generation

post by renungan harian remaja

Suatu ketika seorang manusia diberi kesempatan untuk berkomunikasi dengan Tuhannya dan berkata, "Tuhan ijinkan saya untuk dapat melihat seperti apakah Neraka dan Surga itu". Kemudian Tuhan membimbing manusia itu menuju ke dua buah pintu dan kemudian membiarkannya melihat ke dalam. Di tengah ruangan terdapat sebuah meja bundar yang sangat besar, dan di tengahnya terdapat semangkok sup yang beraroma sangat lezat yang membuat manusia tersebut mengalir air liurnya. Meja tersebut dikelilingi orang-orang yang kurus yang tampak sangat kelaparan.
Orang-orang itu masing-masing memegang sebuah sendok yang terikat pada tangan masing-masing. Sendok tersebut cukup panjang untuk mencapai mangkok di tengah meja dan mengambil sup yang lezat tadi.
Tapi karena sendoknya terlalu panjang, mereka tidak dapat mencapai mulutnya dengan sendok tadi untuk memakan sup yang terambil. Si Manusia tadi merinding melihat penderitaan dan kesengsaraan yang dilihatnya dalam ruangan itu. Tuhan berkata, "Kamu sudah melihat NERAKA"
Lalu mereka menuju ke pintu kedua yang ternyata berisi meja beserta sup dan orang-orang yang kondisinya persis sama dengan ruangan di pintu pertama. Perbedaannya, di dalam ruangan ini orang-orang tersebut berbadan sehat dan berisi dan mereka sangat bergembira di keliling meja tersebut.
Melihat keadaan ini si Manusia menjadi bingung dan berkata "Apa yang terjadi ? kenapa di ruangan yang kondisinya sama ini mereka terlihat lebih bergembira ?" Tuhan kemudian menjelaskan, "Sangat sederhana, yang dibutuhkan hanyalah satu sifat baik"
"Perhatikan bahwa orang-orang ini dengan ikhlas menyuapi orang lain yang dapat dicapainya dengan sendok bergagang panjang, sedangkan di ruangan lain orang-orang yang serakah hanyalah memikirkan kebutuhan dirinya sendiri"

[+/-] Selengkapnya...